Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.

Panganpedia – Papua merupakan daerah di Indonesia bagian timur yang memiliki wilayah sangat luas dengan kekayaan alam yang sangat berlimpah. Tidak hanya sebagai penghasil tambang emas terbesar di dunia, panorama alam Papua sangatlah eksotis dan menawan. Sebagian besar wilayahnya masih berupa hutan lebat dan masih banyak terdapat beragam suku yang mendiami tanah Papua.
Masyarakat Papua memiliki makanan yang khas dan cukup unik yang terbuat dari bahan dasar sagu, yakni papeda. Papeda terbuat dari sagu mentah yang dimasak sehingga memiliki tekstur dan bentuk serupa dengan lem yang kenyal dan berwarna agak putih. Papeda memang tidak memiliki rasa karena cenderung hambar, sehingga biasanya disajikan bersama dengan kuah kuning ikan tongkol atau ikan gabus. Tidak hanya bentuknya yang unik, cara mengkonsumsinya pun tergolong unik yakni dengan cara menyeruput menggunakan sumpit.-iklan inline ya-
Sagu yang merupakan bahan dasar papeda, dalam setiap 100 gram-nya mengandung energi 209 kkal, protein 0,3 gram, karbohidrat 51,6 gram, lemak 0,2 gram, kalsium 27 mg, fosfor 13 mg, zat besi 0,6 mg, vitamin B 0,01 mg.
Berdasarkan bahan baku yang digunakan, papeda merupakan sumber karbohidrat dan memiliki indeks glikemik yang rendah sehingga aman bagi penderita diabetes militus. Selain itu, papeda merupakan sumber serat tinggi yang berperan sebagai prebiotik yang menjaga mikroflora di usus sehingga kesehatan saluran cerna tetap terjaga. Dengan kandungan serat yang tinggi, juga dapat memperlancar buang air besar dan mencegah konstipasi.
Apakah Anda tertarik untuk mencoba mengkonsumsi makanan khas Papua yang unik ini? Anda tidak perlu jauh-jauh ke tanah Papua karena sekarang di berbagai daerah telah banyak rumah makan yang menyediakan menu khas Papua ini. Selamat mencoba.
Sumber : https://panganpedia.com/pangan-lokal/papeda-makanan-khas-papua/

Sampai sekarang belum bisa dipastikan dari mana asal kata gado-gado. Dalam Kamus Bahasa Indonesia tidak dapat dijelaskan arti kata gado. Bahkan dalam bahasa Betawi yang diyakini sebagai tempat munculnya makanan ini, tidak terdapat kata gado yang bisa digunakan untuk menjelaskan arti makanan yang populer ini.
Namun istilah gado-gado sendiri sering dipakai untuk menggambarkan sesuatu yang merupakan tersusun dari berbagai campuran unsur. Seperti istilah pernikahan gado-gado yang memiliki arti pernikahan antara dua orang yang memiliki latar belakang suku, ras, agama, dan budaya yang berbeda-beda.
Sehingga secara bahasa istilah gado-gado dapat diartikan sebagai campur-campur, karena makanan ini terdiri dari banyak jenis sayur-sayuran yang direbus atau kukus. terdapat juga anggapan bahwa istilah ini berasal dari bahasa jawa.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya pada setiap daerah resep gado-gado yang berbeda-beda sebagai ciri khas. Namun secara umum bahan-bahan untuk membuatnya hampir sama. Berikut ini bahan-bahan yang lazim digunakan untuk membuatnya.

Bumbu kacang merupakan komponen utama yang memberikan rasa dominan pada gado-gado. Paduan antara sayur-sayuran dan bumbu kacang mampu menciptakan rasa asin, manis, gurih, dan pedas. Rasa pedas pada bumbu kacang dapat disesuaikan dengan pesanan pembeli.
Bahan-bahan yang biasa digunakan untuk membuat bumbu kacang diantaranya ialah:
Kebanyakan orang membuat bumbu kacang dengan cara tradisional menggunakan ulekan atau cobek yang berbentuk bulat datar dan terbuat dari batu atau tanah liat. Semua bahan kering mulai dari kacang tanah hingga garam dihaluskan atau digiling menggunakan alat tradisional tersebut

Salad Indonesia ini dibuat dengan menggunakan berbagai macam sayur-mayur. Meskipun begitu, terdapat sejumlah sayur-sayuran yang biasa dipakai pada makanan yang menjadi kesukaan banyak orang ini. Berikut beberapa macam sayuran yang sering dipakai untuk membuat gado-gado.

05NOVArtikel
Kekhasan suatu daerah bisa dilihat dari bahasa, pakaian, bentuk rumah, serta jenis makanan masyarakatnya. Kota Semarang yang memiliki slogan “The Beauty of Asia”, Pesona Asia, dikenal memiliki beberapa jenis makanan khas. Salah satu makanan khasnya adalah wingko babad, makanan kecil sejenis kue.
Keaslian wingko babad sebagai makanan khas Kota Semarang sebenarnya masih dapat dipertanyakan. Hanya dengan melihat nama wingko babad saja sudah menimbulkan banyak tanya bagi kita. Kenapa dinamai wingko babad, bukannya wingko semarang?
Apabila dilihat dari sejarahnya, wingko babad sebenarnya bukanlah makanan asli Kota Semarang. Sejarah mencatat bahwa kue wingko berasal dari kota kecil bernama Babad yang terletak di dekat Tuban, Jawa Timur. Sejak dulu hingga sekarang, kue wingko biasa dijual di Babad. Dari sinilah kemudian kue wingko terkenal dengan nama “wingko babad”.
Pada saat ini, Babad merupakan salah satu kecamatan di wilayah Kabupaten Lamongan. Website resmi Kabupaten Lamongan menyebutkan bahwa wingko babad adalah salah satu makanan khas Lamongan. Hal yang sama juga terjadi di Semarang. Pemerintah Kota Semarang menyatakan bahwa wingko babad merupakan salah satu makanan khas Semarang sehingga ada dua klaim dari dua daerah (Semarang dan Lamongan) terhadap satu makanan khas yang sama, yakni wingko babad. Wingko babad di Semarang
Yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah bagaimana sejarah awal kemunculan wingko babad di Semarang sehingga pemerintah dan warga Kota Semarang mengklaim wingko babad adalah salah satu makanan khas daerahnya?
Sejarah telah mencatat bahwa wingko babad pertama kali muncul di Semarang sekitar tahun 1946. Wingko babad ini pertama kali dibawa oleh seorang wanita bernama Loe Lan Hwa bersama suaminya, The Ek Tjong (D Mulyono). Mereka beserta kedua anaknya yang masih kecil-kecil, The Giok Kwie (6 tahun) dan The Gwat Kwie (4 tahun), mengungsi dari Kota Babad ke Kota Semarang sekitar tahun 1944. Di tengah suasana panas Perang Dunia II, dari Babad yang dilanda huru-hara, mereka datang ke Semarang untuk mencari kehidupan yang lebih aman.
Pada saat mereka datang ke Semarang belum ada orang yang menjual kue wingko. Maka pada tahun 1946 mulailah Loe Lan Hwa dengan dibantu suami, The Ek Tjong, membuat dan menjual kue wingko di kota Semarang. Kue wingko tersebut dijajakan dari rumah ke rumah, di samping dititip-jual di sebuah kios sederhana yang menjual makanan di stasiun kereta api Tawang Semarang. Setiap kereta berhenti, petugas kios menjajakan kue wingko beserta makanan lainnya kepada penumpang di dalam kereta api.
Kue wingko buatan Loe Lan Hwa itu ternyata banyak disenangi warga Kota Semarang. Banyak di antara warga Kota Semarang yang menanyakan nama kue tersebut kepada Loe Lan Hwa. Maka, untuk memenuhi keingintahuan pembelinya dan sekaligus sebagai kenang-kenangan terhadap kota Babad tempat dia dibesarkan, Loe Lan Hwa menyebut kue buatannya itu sebagai wingko babad. Kue wingko babad buatan Loe Lan Hwa itu pun semakin terkenal dan dicari banyak orang sebagai oleh-oleh dari Semarang (SN Wargatjie, 2003). Dari sinilah kemudian orang mengenal kue wingko babad sebagai makanan khas Kota Semarang, walaupun sebenarnya berasal dari Babad, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Adanya klaim dari dua daerah (Semarang dan Lamongan) terhadap wingko babad sebagai makanan khas daerahnya selama ini kurang diperhatikan atau bahkan dilupakan oleh masyarakat. Meskipun terlihat agak membingungkan, kita masih bisa mengetahui tentang kebenaran klaim tersebut dengan menelusurinya dari catatan sejarah yang ada. Sejarah telah mencatat bahwa wingko babad berasal dari Babad, Kabupaten Lamongan, kemudian berkembang di Semarang karena dibawa olah warga Babad yang pindah ke Semarang.
Kebanyakan warga Kota Semarang dan Kabupaten Lamongan mungkin belum mempelajari tentang sejarah wingko babad sehingga adanya dua klaim atas wingko babad tidak begitu menimbulkan gejolak. Sampai hari ini, hubungan antara dua daerah tersebut juga baik-baik saja. Hal ini tentu berbeda dengan yang terjadi pada kasus klaim Malaysia atas beberapa produk kebudayaan Indonesia yang sempat memunculkan gejolak di tengah masyarakat.
Mengetahui sejarah awal kekhasan yang dimiliki oleh setiap daerah sangatlah penting. Ini bermanfaat bagi kita untuk menilai kebenaran suatu klaim yang dikeluarkan oleh suatu daerah terhadap kekhasan tertentu yang juga dimiliki daerah lain. Dengan mempelajari sejarah, kita juga akan dapat dengan mudah menjawab ataupun menanggapi terjadinya perebutan status atau klaim atas kepemilikan suatu produk kebudayaan antara daerah yang satu dengan yang lain.
Setiap daerah juga perlu untuk bersikap jujur terhadap sejarahnya masing-masing. Tidak ada kebanggaan bagi suatu daerah untuk mengklaim kekhasan tertentu yang sebenarnya bukan miliknya, melainkan milik daerah lain. Ketidakjujuran terhadap sejarah hanya akan menimbulkan polemik berkepanjangan.
Sumber : https://www.oleholehsemarang.id/sejarah-wingko-babat/

Palembang tak hanya terkenal dengan jembatan Amperanya yang megah. Ibu kota provinsi Sumatera Selatan ini juga punya ikon kuliner yang tak kalah tersohor. Apalagi kalau bukan pempek. ADVERTISEMENTTerbuat dari adonan tepung dan ikan tenggiri yang digoreng sampai garing, pempek menjadi salah satu hidangan favorit tak hanya di Palembang, bahkan telah merambah ke berbagai daerah. Jenisnya yang bervariasi mulai dari pempek kapal selam, adaan, kulit, hingga pempek lenjer memang menjadi daya tarik kuliner populer ini. Apalagi disajikan bersama mi kuning, potongan timun, dan kuah cuko, perpaduan rasa gurih dan segar pempek memang cocok dengan lidah orang Indonesia. Meski populer di Indonesia, apakah kamu tahu tentang asal-usul pempek palembang?Di balik rasanya yang gurih menyegarkan, asal-usul pempek juga tak kalah menarik untuk ditelusuri, lho. Pempek merupakan hidangan legendaris yang sudah ada di Palembang sejak abad ke-16 lalu, tepatnya pada masa Kesultanan Palembang Darussalam. ADVERTISEMENTNamun pada masa itu, sajian ini bukan bernama pempek, melainkan dikenal dengan sebutan kelesan. Dinamakan kelesan karena hidangan ini memang bisa ‘dikeles’ atau disimpan dalam waktu lama. Dulunya kelesan merupakan sajian yang lebih sering disajikan sebagai hidangan saat mengadakan upacara adat. Seiring berjalannya waktu, pempek semakin populer dan menjadi hidangan favorit di berbagai kesempatan. Apalagi saat orang Belanda mulai datang ke Palembang, hidangan berkuah ini mulai diperjualbelikan secara bebas. Pesatnya kepopuleran pempek hingga ke luar daerah tentu tak bisa lepas dari campur tangan pedagang asal China yang dulu banyak hijrah ke Palembang. Pempek memang dibuat oleh orang asli Palembang, namun dulu pedagang pempek justru didominasi oleh orang Tionghoa.

Konon pada awal tahun 1900-an, ada seorang pedagang pempek keturunan China yang akrab dipanggil Apek yakni sebutan untuk laki-laki Tionghoa yang telah berusia lanjut. Hal ini yang diyakini menjadi asal-muasal penamaan pempek. ADVERTISEMENTApek menjual pempek dengan cara berkeliling dari satu daerah ke daerah lainnya di Palembang. Lama-kelamaan pempek yang dijual Apek pun mulai dikenal luas, terutama di kalangan anak muda. Saking populernya, penjual pempek keturunan China pun semakin banyak dan selalu dipanggil dengan sebutan Apek. Menariknya, saat ada orang yang akan membeli pempek atau kelesan, si pembeli akan memanggil penjual pempek dengan panggilan ‘Pek, Empek’, yakni kependekan dari kata Apek. Lama kelamaan, kelesan pun lebih dikenal dengan sebutan pempek. Selain itu, bahan utama untuk membuat pempek pada zaman dulu dan sekarang pun berbeda. Dulu pempek terbuat dari ikan belida, yaitu salah satu jenis ikan yang memang banyak dijumpai di Palembang. ADVERTISEMENTTapi karena jumlahnya yang kian langka, penggunaan ikan purba ini pun mulai diganti dengan ikan tenggiri. Selain lebih mudah dibeli di pasaran, rasa gurih tenggiri juga membuat rasa pempek semakin khas. Hingga kini, ikan tenggiri pun selalu identik sebagai bahan utama yang membuat hasil jadi pempek semakin gurih dan tentunya menggugah selera.
By Bali Tours Club Leave a Comment
Liburan ke Bali, menikmati berbagai objek wisata serta sejumlah tempat rekreasi lainnya maka acara jalan-jalan tour anda tersebut tidak bisa dipisahkan dengan wisata kuliner, memilih sejumlah tempat yang sesuai merasakan hidangan spesial dan berbeda yang menjadi ciri khas pulau Bali tentu akan menjadi hal yang istimewa pula. Dan makanan khas Bali yang paling populer dan hits bagi wisatawan domestik adalah masakan ayam betutu.
Makanan khas Bali ayam betutu ini memang menyuguhkan cita rasa ayam yang sangat gurih dan enak, cara memasaknya juga berbeda dan membutuhkan sedikit keahlian agar menghasilkan masakan yang sesuai dengan keinginan. Durasi memasak ayam tersebut juga lebih lama dibandingkan memasak daging ayam lainnya, ayam yang paling enak adalah jenis ayam kampung. Jika memang anda ingin menikmati kelezatan dari ayam betutu Bali ini ada restaurant atau warung makan tertentu yang menyediakan sajian makanan khas Bali ini.
Daging ayam memang memiliki banyak keistimewaan karena bisa diolah menjadi berbagai jenis olahan makanan, serat daging yang halus dengan tekstur sedang serta kandungan lemak yang minim terdapat pada luar daging sehingga cukup mudah untuk dipisahkan. Kandungan protein pada daging ayam memang cukup tinggi yang juga cukup mudah diserap oleh usus. Intinya daging ayam memiliki mutu gizi yang baik bagi tubuh.
Daging ayam bisa diolah menjadi berbagai jenis makanan seperti ayam goreng, panggang, sate, sup termasuk masakan betutu yang diolah spesial dengan bumbu atau rempah-rempah tradisional, sehingga cita rasa ayam betutu ini memang sangat spesial di lidah. Ada berbagai cara mengolah ayam betutu khas Bali ini agar terasa lebih spesial, ada yang dikukus kemudian dibakar sehingga menghasilkan cita rasa lebih spesial, dengan bahan utama daging ayam utuh yang sudah dibersihkan. Jika ingin menambahkan sayur dibagian dalam perut ayam yang sudah dikeluarkan isi jeroannya, dimasukkan daun singkong dicampur juga dengan bumbu.
Sehingga bumbu dari ayam betutu tersebut tidak hanya meresap dari luar tetapi juga dari dalam, lama waktu memasak juga mempengaruhi empuk dan gurihnya hasil masakan ayam betutu yang dimasak. Saat penyajian, kuah atau sup dari kaldu ayam yang sudah dibumbui dengan rempah-rempah pilihan menambah cita rasanya lebih kuat dan terasa gurih di lidah, terkadang untuk selera pedas selain bumbu yang disertakan juga sambal tambahan disertakan, sehingga rasanya menjadi lebih sempurna dan istimewa. Sehingga kuliner khas Bali yang satu ini paling dicari dan populer saat ini, apalagi bagi warga lokal dan wisatawan domestik.
Begitu populer masakan khas Bali ini, sehingga sejumlah restoran besar menawarkan menu ayam betutu ini menjadi menu makanan utama yang ditonjolkan, dalam penyajiannya tentu dengan nasi putih ditambah lauk-pauk lainnya seperti sayur pelecing atu urap, telor, sate lilit dan kacang goreng. Resep masakan enak tradisional warisan leluhur ini memang sekarang berkembang dengan baik, seiring majunya industri pariwisata Bali. Untuk resep bumbu betutu sebenarnya tidak hanya cocok untuk daging ayam saja tetapi juga bebek, di tempat tertentu anda bisa menemukan bebek betutu.
Ayam atau bebek betutu sendiri cara mengolahnya ada yang kering dengan cara dikukus sehingga tidak banyak mengandung air dan ada juga yang basah dengan cara direndam dan direbus sekalian dengan bumbu rempah-rempah khas Bali yang sudah dikombinasikan. Dimasak dengan durasi lebih lama sehingga nantinya daging yang dihasilkan benar-benar empuk dan lembut. Jika ingin selera pedas tentu disesuaikan dengan cabai yang digunakan.
Di Bali ada sejumlah tempat makan ataupun restaurant yang menyediakan jenis makanan dengan olahan ayam betutu, seperti ayam Betutu Khas Gilimanuk yang membuka sejumlah cabang di Bali, ada Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku yang juga menyediakan ayam betutu kedua tempat ini cukup populer menjadi tujuan wisata kuliner penggemar daging ayam. Tempat lainnya yang juga menyediakan olahan ini adalah Rumah Makan Ayam Betutu Pak Man dan Ayam Betutu Men Tempeh yang bisa menjadi referensi tempat bersantap saat wisata tour atau liburan di pulau Dewata.
Ada berbagai cara memasak serta bumbu yang disertakan dalam pengolahan ayam betutu Bali ini, sehingga masakan menghasilkan cita rasa dengan keunikan dan kelezatan masing-masing. Banyak jenis bumbu dan cara setiap tempat tentu sedikit berbeda.
Memasak ayan betutu dengan cara mengukus, adapun bahan-bahan yang digunakan, pertama tentu ayam utuh seberat 1 kg, jika ingin menambah sayur siapkan 100 gram daun singkong yang sudah diperas dan di potong-potong. Bumbu dan rempah diantaranya 12 butir bawang merah, 4 siung bawang putih, 6 buah kemiri, 4 buah cabai merah, 5 buah cabai , 1 cm lengkuas kemudian kunyit, jahe, daun serai, ketumbar, kencur, pala, terasi dan garam secukupnya, bumbu ini dihaluskan dan ditambahkan minyak 3 sdm minyak goreng.
Setelah bumbu dihaluskan, lumuri permukaan daging ayam dengan merata dan masukkan daun singkong berikut bumbu yang sudah disediakan dan daging ayam dibungkus menggunakan daun pisang atau bisa dengan pelepah daun enau yang sudah dikeringkan agar bumbu yang dioleskan tidak jatuh, setelah siap, ayam dikukus dalam waktu cukup lama, selesai dikukus ayam diangkat berikut pembungkusnya kemudian dipanggang, sehingga menghasilkan ayam betutu kering, waktu masak ayam dengan cara ini butuh waktu sekitar 75 menit. Tetapi jika anda ayam betutu basah maka ayam atau bebek utuh yang digunakan direbus, berikut bumbu yang sudah disiapkan.
Rujak Cingur

Rujak Cingur adalah salah satu makanan tradisional yang mudah ditemukan di daerah Jawa Timur, terutama ibu Surabaya daerah. Cingurdalam kata bahasa Jawa yang berarti “mulut”, hal ini merujuk pada bahan atau memberangus irisan mulut sapi direbus dan dicampur dalam sebuah piring.Rujak cingur biasanya terdiri dari beberapa jenis komentar buah seperti irisan mentimun, kerahi (Krai, yang merupakan jenis pilihan khas Jawa Timur), ubi jalar, mangga muda, nanas, kedondong, kemudian tambahkan lontong, tahu, tempe, bendoyo, cingur dan sayuran seperti tauge Komentar / kecambah, kangkung, kacang-kacangan. Dicampur semua bahan dengan saus atau bumbu yang terbuat dari olahan petis udang, air matang sedikit mereda, dan gula / gula merah, cabai, kacang tanah, goreng dan bawang goreng, garam dan irisan tipis pisang hijau kacang muda (klutuk pisang). Semua saus / bumbu dicampur dengan metode bubuk, dan ini adalah mengapa otoritas cingur juga sering disebut grinding otoritas.
Rujak pasokan dibagi menjadi dua jenis cingur, yang pertama menampilkan “normal” dan “matengan ‘(silakan lihat pesan elektronik dalam pidato matengan ingin pesan panggilan elektronik dalam satu kata: sebagai / call / bendoyo). Lihat« alami »atau umum, di membentuk semua bahan yang disebutkan di atas, sedangkan ‘matengan “(mature, Jawa) hanya terdiri dari bahan-bahan yang dimasak sendiri, kue beras, tahu goreng, tempe goreng, bendoyo (kerahi dan banyak) dan sayuran (kangkung, kacang-kacangan, kecambah), yang pembuatan bir. Tanpa bahan “mentah’nya setiap buah-buahan, terutama karena ada orang-orang yang tidak suka buah. Keduanya menggunakan saus / bumbu sendiri.
Diceritakan kenapa disebut makanan Rujak cingur karena Rujak ini digunakan rempah-rempah terasi dan irisan cingur. Inilah yang membedakan Rujak dengan makanan secara umum, dan biasanya tanpa menggunakan komentar ini dan cingur. Biasanya disajikan dengan kerupuk cingur otoritas tambahan, dasar namun pincuk (pisang) atau kertas papan.
Cara Membuat Rujak Cingur
bahan dalam Membuat Rujak Cingur:
1.250 g cingur sapi (mulut dan hidung tulang rawan sapi) dapat ditambahkan ke kikil sapi.
2,50 g tauge (tepi yang bersih).
3.1 kale buket atau jumlah sesuai selera (bagian daun saja).
4.100 gram kacang (potongan kecil).
5.100 gram tahu (kubus goreng).
6.100 g tempe (kubus goreng).
Bahan untuk membuat saus kacang Rujak Cingur:
1.100 gram kacang tanah (panggang).
2.200 gram terasi.
3,50 gram gula merah (sisir kasar).
4. 1 klutuk pisang / Batu (parut).
5.5 buah cabai rawit.
6.1 siung bawang putih (goreng).
7. ½ sdm air asam.
8. garam secukupnya.
9. Air rasa matang.
Cara membuat Rujak Cingur:
Untuk pertama kalinya, mencuci dan sapi cingur bersih dan sapi kikil cingur kemudian direbus sampai empuk dan daging sapi kikil. Rebus Seteleh, menghapus dan dipotong kecil-kecil dan sapi cingur kikil sesuai selera.
Setelah itu, cuci dan bersihkan lobak dan kacang rebus juga secara terpisah antara kangkung dan kacang-kacangan. Untuk merebus lobak, kacang rebus sampai juga tidak juga tidak terbuang vitamin konten dewasa dan tetap segar. Jika dia telah selesai dan menghapus menguras bayam dan kacang-kacangan.
Kemudian, haluskan semua bahan dan haluskan sampai Anda seperti campuran saus kacang.
Kemudian rapi Cingur, kikil, tahu goreng, goreng tempe perencanaan dan direbus sayuran di atas piring sebelum disajikan.
Akhirnya, layanan listrik dengan saus kacang dan cingur cingur siap-untuk-makan salad.
Cingur lezat salad hangat dimakan dengan nasi putih atau bisa diganti dengan sepotong kue beras. Selamat Mencoba dengan resep dan cara membuat rujak cingur lezat
Sumber : http://kulerkuliner.blogspot.com/2014/11/rujak-cingur.html
Bumbunya meresap ke dalam kepala ikan. Kuahnya menggigit. Wajar saja hidangan bernama brekecek ini jadi ikon kuliner di Cilacap, Jawa Tengah

Inibaru.id – Kamu yang demen sajian ikan berbumbu belum afdal bila belum mencicipi masakan khas Cilacap, Jawa Tengah ini. Namanya unik dan proses pembuatannya pun agak di luar mainstream. Cara mengolah bumbunya pun ekspresif. Itulah brekecek.
Brekecek sebagai nama adalah akronim dari “brek” dan “dikecek-kecek” yang dalam bahasa orang Cilacap berarti diletakkan dan dikecek-kecek (dicampur-campur). “Aksi” yang berkesan gahar itu diperlakukan untuk bumbu-bumbu kepala ikan. Ya, kepala ikan memang menjadi material dasar masakan ini. Selain itu, daging itik juga jadi bahan dasar brekecek meskipun dalam perkembangannya ada juga udang, cumi, dan ayam.
Dikutip dari laman negerikuindonesia.com, brekecek adalah masakan tradisional berbahan dasar kepala ikan khas dari Cilacap, Jawa tengah. Makanan ini sangat unik dan memiliki cita rasa khas sehingga digemari oleh masyarakat Cilacap dan para wisatawan yang datang ke sana. Brekecek ini juga merupakan salah satu ikon kuliner dari Cilacap yang sangat terkenal.
Selain rasanya yang khas, nama makanan satu ini juga sangat unik sehingga membuat orang yang nggak tahu menjadi penasaran dan ingin mencicipinya. Seperti sudah disebutkan, itu lantaran proses peracikannya yang unik.
Jadi, dalam proses pembuatannya, kepala ikan dipotong-potong lalu dimasak dan di kecek/di campur dengan bumbu khusus sehingga bumbunya meresap.
Oya Millens, brekecek ini memiliki dua jenis, yaitu brekecek ikan dan brekecek basur alias itik serati. Walaupun berbahan dasar yang berbeda, namun bumbu yang digunakan tetap sama. Bumbu tersebut juga disesuaikan dengan bahan dasarnya sehingga memiliki cita rasa yang pas dengan bahan dasarnya.
Di Cilacap yang paling digemari dan dijual adalah brekecek ikan, karena bahan dan rasanya yang unik. Selain itu, karena Cilacap sebagai daerah pesisir pantai dan merupakan penghasil ikan sehingga bahan yang digunakan mudah dicari. Meskipun begitu, namun Brekecek basur ini tidak kalah nikmatnya, karena diolah dengan cara yang khusus sehingga memiliki cita rasa yang khas.
Brekecek ini memiliki cita rasa yang khas, rasa gurih, manis dan pedas pada kuah yang meresap ke dalam daging memberikan kelezatan tersendiri pada masakan ini. Selain itu aroma rempah yang sangat terasa pada kuahnya, menambah kenikmatan. Dinikmati selagi hangat bersama nasi, sedapnya ampun-ampunan.
Kamu bisa membuatnya sendiri lo, ya. Panduan dari laman resepnusantara.id ini bisa kamu ikuti. Oya, ikannya bebas meskipun yang khas Cilacap ikan jahan atau pathak atau lundu yang ilmiahnya Arius maculatus. Dalam resep ini, bahan dasarnya ikan tengiri.
Cara Membuat Brekecek Ikan Cilacap
Bahan:
2 kepala ikan tengiri segar (bersihkan dan rendam dengan air jeruk lemon)
250 gr cabe rawit (tumbuk halus)
150 gr kunyit (tumbuk halus)
6 lembar daun jeruk
5 siung bawang putih (tumbuk halus)
5 lembar daun salam
4 siung bawang merah (tumbuk halus)
4 buah cabai merah (tumbuk halus)
4 batang serai dipeprek
3 cm jahe (tumbuk halus)
3 cm lengkuas (dipeprek)
2 buah jeruk lemon
1 genggam kemiri (tumbuk halus)
Garam secukupnya
Cara Membuat:
Siapkan wajan dan masukkan minyak goreng secukupnya lalu masukkan bumbu yang telah ditumbuk halus, daun salam, serai, daun jeruk, lengkuas, aduk hingga bumbu masak dan wangi.
Masukan penyedap rasa (garam dan bumbu tambahan sesuai selera), berikan air secukupnya, tunggu sampai mendidih.
Sekarang masukkan kepala ikan tengiri ke dalam wajan yang terisi bumbu, tunggu sampai matang, (disarankan tidak dibalik, karena ikannya bisa hancur, biarkan kepala ikan terendam air bumbu) masak selama 30 menit.
Jika sudah dimasak selama 30 menit, angkat dan siapkan wadah, masukkan kepala tengiri untuk dihidangkan.
Sumber : https://www.inibaru.id/kulinary/brekecek-kepala-ikan-berbumbu-dari-cilacap
ByG-TRAVELER23 Telah dibaca: 2,688
Sokaraja adalah sebuah kota kecamatan, yang terletak kurang lebih 8 kilometer di sebelah timur kota Purwokerto, Propinsi Jawa Tengah. Sokaraja memiliki salah satu makanan khas yang menjadi ikon kuliner yang mempunyai nama besar di Propinsi Jawa Tengah bahkan sudah menjadi ikon nasional, yaitu Soto Sokaraja. Soto Sokaraja merupakan salah satu jenis soto yang sangat khas dan digandrungi banyak orang.

Soto Sokaraja, sumber: travel.kompas.com

Soto Sokaraja, sumber: http://www.resepmasakankreatif.com
Soto Sokaraja atau yang lebih dikenal oleh orang Banyumas dengan sebutan Sroto Sokaraja merupakan salah satu makanan khas Banyumas yang patut dicoba. Berbeda dengan makanan soto dari daerah lain, salah satu ciri khas yang membedakan Soto Sokaraja dengan soto lainnya adalah penggunaan ketupat dan sambel yang terbuat dari kacang. Sambel kacang ini tidak terlalu pedas, sehingga walaupun kita membubuhkan banyak sambel kacang, tidak akan terasa terlalu pedas.

Sambal kacang Soto Sokaraja, sumber: http://www.purwokertoguidance.com
Selain sambel kacang, ciri khas lainnya adalah krupuk yang digunakan adalah krupuk cantir yang berbahan dasar ketela pohon. Bentuk krupuk ini hampir sama dengan krupuk untuk soto seperti yang ada sekarang ini, berwarna merah dan putih, tetapi rasanya yang khas akan memberikan sensasi yang luar biasa mengundang selera. Sayangnya krupuk cantir ini sudah sangat jarang ditemukan dewasa ini.
Pada proses penyajian Soto Sokaraja, ketupat diiris dengan ukuran kecil dan diusahakan menggunakan ketupat yang memakai daun kelapa muda bukan ketupat yang dibungkus plastik. Ketupat yang dibungkus dengan daun kelapa muda akan memberikan sensasi rasa yang lebih gurih, selanjutnya disiram dengan kuah soto. Sambal kacang yang digunakan sangat mirip seperti sambal kacang untuk sayuran pecel, bisa dicampurkan langsung dengan kuah soto, ataupun disajikan secara terpisah.

Soto Sokaraja, sumber: id.openrice.com
Pada umumnya Soto Sokaraja dibedakan menjadi dua jenis, tergantung pada daging yang digunakan, yaitu daging sapi dan daging ayam. Kuah yang digunakan sesuai dengan dagingnya, artinya apabila menggunakan daging ayam, maka kuah yang digunakan juga kuah atau kaldu ayam. Kuah atau kaldu yang digunakan ditambahkan sedikit kunyit untuk menampilkan warna bening kekuningan. Sedangkan untuk citarasa dan keharuman aroma dapat ditambahkan daun sereh, lengkuas dan jahe. Selain daging sapi atau daging ayam, Soto Sokaraja ditambahkan dengan tauge pendek atau tauge muda, ditaburi krupuk cantir atau krupuk bawang warna-warni, dan bawang merah goreng.
Warung Soto yang terkenal dan sudah berdiri puluhan tahun serta menjadi langganan masyarakat di Sokaraja dan sekitarnya adalah Soto Kecik dan Soto Lama. Soto Kecik ini adalah salah satu warung makan yang menyediakan Soto Sokaraja dengan citarasa yang berbeda. Menurut pendapat para pelanggannya Soto Kecik ini sangat lezat. Sedangkan Soto Lama adalah warung makan yang menjual Soto Sokaraja sejak tahun 1978. Soto lama merupakan salah satu warung makan yang pernah dikunjungi oleh Presiden Republik Indonesia kala itu.Untuk dapat menikmati kelezatan kedua warung soto ini anda dapat menemukannya di pinggir jalan raya Purwokerto – Sokaraja.
Sumber : http://katalogwisata.com/soto-sokaraja-makanan-khas-kabupaten-banyumas#.XWaGU_kzbIU

Gudeg adalah masakan khas Jogjakarta, dibuat dari nangka muda, gula merah dan bumbu yang dimasak hingga berjam-jam. Karena kekhasannya tersebut, jika ke Jogja tanpa makan gudeg, belumlah afdol. Gudeg dimakan bersama nasi dan lauk pelengkapnya untuk menetralisir rasa manis dari gudeg. Lauk yang selalu setia mendampingi gudeg adalah areh (santan kental) dan sambal krecek, tahu atau tempe, telur atau ayam tergantung selera.
Gudeg dimakan bersama nasi dan lauk pelengkapnya untuk menetralisir rasa manisdari gudeg. Lauk yang selalu setia mendampingi gudeg adalah areh (santan kental) dan sambal krecek, tahu atau tempe, telur atau ayam tergantung selera.
Di Jogja dikenal ada 2 jenis gudeg, yaitu
Jika Anda menginginkan gudeg yang bercita rasa asli Jogja, sementara Anda berada jauh dari Jogja, tak perlu khawatir. Sekarang Gudeg Bu Tjitro, Gudeg Bu Lies dan Gudeg Yu Djum tersedia dalam kemasan kaleng yang dapat dinikmati untuk 2 porsi. Anda bisa mendapatkannya denga harga ekonomis. Jadi kerinduan akan gudeg bisa teratasi dengan praktis dan ekonomis.
Rendang (bahasa Minang: Randang) adalah salah satu masakan tradisional Minangkabau yang menggunakan daging dan santan kelapa sebagai bahan utama dengan kandungan bumbu rempah-rempah yang kaya. Masakan dengan citarasa yang pedas ini digemari oleh seluruh kalangan masyarakat, dan dapat ditemukan di seluruh Rumah Makan Padang di Indonesia, Malaysia, ataupun di negara lainnya. Masakan ini kadang lebih dikenal dengan nama Rendang Padang, padahal rendang merupakan masakan khas Minang secara umum.
Pada tahun 2011, rendang dinobatkan sebagai hidangan peringkat pertama dalam daftar World’s 50 Most Delicious Foods (50 Hidangan Terlezat Dunia) yang digelar oleh CNN International.
Rendang adalah masakan yang mengandung bumbu rempah yang kaya. Selain bahan dasar daging, rendang menggunakan santan kelapa (karambia), dan campuran dari berbagai bumbu khas yang dihaluskan di antaranya cabai (lado), serai, lengkuas, kunyit, jahe, bawang putih, bawang merah dan aneka bumbu lainnya yang biasanya disebut sebagai pemasak. Keunikan rendang adalah penggunaan bumbu-bumbu alami, yang bersifat antiseptik dan membunuh bakteri patogen sehingga bersifat sebagai bahan pengawet alami. Bawang putih, bawang merah, jahe, dan lengkuas diketahui memiliki aktivitas antimikroba yang kuat. Tidak mengherankan jika rendang dapat disimpan satu minggu hingga empat minggu.
Proses memasak rendang asli dapat menghabiskan waktu berjam-jam (biasanya sekitar empat jam), karena itulah memasak rendang memerlukan waktu dan kesabaran. Potongan daging dimasak bersama bumbu dan santan dalam panas api yang tepat, diaduk pelan-pelan hingga santan dan bumbu terserap daging. Setelah mendidih, apinya dikecilkan dan terus diaduk hingga santan mengental dan menjadi kering. Memasak rendang harus sabar dan telaten ditunggui, senantiasa dengan hati-hati dibolak-balik agar santan mengering dan bumbu terserap sempurna, tanpa menghanguskan atau menghancurkan daging. Proses memasak ini dikenal dalam seni kuliner modern dengan istilah ‘karamelisasi’. Karena menggunakan banyak jenis bumbu, rendang dikenal memiliki citarasa yang kompleks dan unik.
Sumber : http://mjanaun07.blogspot.com/2013/03/rendang_5.html